Rabu, 15 April 2015

Serba-serbi Ujian Nasional SMA 2015

-
Unas 2015 yang di laksanakan dengan menggunakan dua system, yaitu manual dan CBT (Computer Based Test). Saat tulisan ini saya buat ujian NAsional SMA untuk yang manual sudah selesai tinggal ujian SMA yang menggunakan cara online atau CBT yang masih berlangsung.


Ada banyak hal yang menjadi bahan berita dari media-media lokal maupun nasional, berkaitan dengan pelaksanaan Ujian nasional tahun ini. mulai dari kebocoran soal sampai komputer ngadat yang menyebabkan siswa harus mengikuti UN sampai malam hari.

Kebocoran Soal Ujian Nasional
Setiap tahun negara ini mengadakan ujian nasional dengan tujuan untuk melihat hasi dari sistem pendidikan di Indonesia. Akan tetapi setiap pelaksanaanya pasti ada soal yang bocor ke publik, diknas sendiri menemukan adanya soal CBT yang di unggah di google drive dan tidak tanggung-tanggung ada 30 paket soal. Di Yogja kota dengan seribu kenangan dan sejarah, siswa yang mengikuti ujian juga bisa mendapatkan kunci jawabanya dari social media dalam hal ini LINE. Dan yang lebih menyakitkan lagi kebocoran soal Ujian Nasional saat ini, di duga dari percetakan negara Indonesia.

Pawai Pelajar Yang Berujung Anarkis
Ujian nasional SMA memang sebagian masih berlangsung, untuk ujian nasional yang menggunakan cetak sudah selesai. Konfoi atau pawai pelajar setelah mengerjakan Ujian nasional atau sesduah pengumuman kelulusan ini sudah menjadi tradisi tahunan dan tidak sedikit yang berujung dengan tindak kekerasan atau anarkis, seperti yang tadi pagi saya lihat di salah satu stasiun tv nasional. Sekelompok siswa dan siswi dari berbagai sekolah di kota Makasar sesudah mengikuti UN kemarin Langsung mengadakan Konfoi dan berujung bentok dengan warga.

Akankah ini terjadi terus menerus atau samapai di sini saja ? ...

Selanjtnya Ritual-ritual siswa dan sekolah Menjelang Ujian Nasional

mohon maaf jika tulisan saya tidak begitu baik saya hanya seorang guru  GTT (guru tidak jelas) yang mencari tambahan penghasilan dari blog salam blogger gresik
Load disqus comments

0 komentar