Selasa, 18 September 2012

Josaphat TS Sumantyo Penemu Radar 3D

-

Josh telah lama mendalami bidang antena, sensor, dan radar. Totalitas dan dedikasinya di bidang ini membuatnya meraih berbagai penghargaan. Mulai dari Nanohana Venture Competition Award, Nanohana Competition Award, hingga Chiba University President Award (kesemuanya diselenggarakan oleh Chiba University).Pada awal Maret 2010 lalu, ia juga menyabet penghargaan The Society of Instrument and Control Engineers (SICE) Remote Sensing Division Award. Anggota Society of Instrument and Control Engineers (SICE) sendiri adalah lembaga-lembaga besar seperti JAXA (lembaga antariksa Jepang), NICT (Institut Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi Jepang), NIES (Institut Nasional Studi Lingkungan), ISAS (Institut Ilmu Pengetahuan Antariksa dan Astronotikal), universitas-universitas, serta perusahaan-perusahaan besar perlengkapan antariksa Jepang mulai dari Mitsubishi, Toshiba, dan NEC.
Secara keseluruhan, Josh telah memiliki seratusan paten yang tersebar di 118 negara di dunia. Karya-karyanya sebagian telah dimanfaatkan oleh pelaku industri di Jepang dan di masa depan, akan diaplikasikan di bidang telekomunikasi, transportasi, penginderaan jarak jauh,kesehatan maupun miiliter.
1200 unit Radar cuaca buatannya akan digunakan oleh perusahaan Jepang Weathernews Corporation untuk mengirimkan informasi prediksi cuaca 3-Dimensi. Informasi  ini nantinya juga digunakan untuk navigasi pesawat, kapal (alat transportasi massa) dengan lebih akurat. Ia juga tengah membuatkan radar anti bajak laut bagi kapal-kapal skala besar Jepang, maupun radar-radar untuk mobil yang melewati daerah bersalju.
Sebenarnya masih banyak lagi riset-risetnya yang bermanfaat dan sangat relevan dengan kebutuhan dalam negeri Indonesia. Antara lain risetnya di bidang pemantauan pergerakan lempeng serta pemantauan musibah dan manajemen bencana berbasis penginderaan jarak jauh.
Riset ini dapat digunakan memonitor pergerakan permukaan bumi dengan akurasi milimeter, memonitor pergeseran permukaan bumi sebelum tanah longsor terjadi, atau pergerakan sesar atau patahan,” kata dia. Sayangnya, bukan Indonesia yang memanfaatkannya, justru negeri jiran yang menikmati hasil penelitian ini.
Riset ini justru menjadi salah satu bantuan teknologi pemerintah Jepang kepada pemerintah Malaysia untuk memetakan daerah-daerah rawan tanah longsor di Semanjung Malaysia yang proyeknya akan dilaksanakan selama tahun 2011-2016, melalui program Official Development Assistance (ODA).
sumber BSE TIK VIII SMP
Load disqus comments

0 komentar