Minggu, 01 Mei 2011

Pertama di Indonesia, Mahasiswa Gayo Dikenalkan Open BTS

-
Sebuah workshop teknologi informasi berbasis (TI) yang diselenggarakan oleh Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon, Jumat (30 / 4) di Aula Kuliah di Striped Bebangka Kecamatan UGP Pegasing, Aceh Tengah dengan menghadirkan pakar IT di Indonesia, Onno W Purbo dengan judul lokakarya "Membuat Menara Hand Phone dengan peralatan Tranciever Base Station (BTS) Open Source".
Untuk para mahasiswa, beberapa dosen, Rektor UGP, Terima kasih Kobath dan sejumlah wartawan dikatakan Onno bahwa kegiatan lokakarya tersebut Terbuka BTS Perdana di Indonesia yang ia mengajar. "Untuk kampus lingkaran di Indonesia, ini adalah pertama kalinya saya mengajar pengoperasian Terbuka CELL TOWER," sebuah klaim yang diajarkan di Onno Institut Teknologi Bandung (ITB).
Dijelaskan Onno, Open BTS adalah perangkat lunak GSM BTS berbasis GSM yang memungkinkan ponsel untuk menelepon tanpa menggunakan penyedia layanan jaringan. "Buka BASE TITIK dikenal sebagai implementasi open source pertama pada protokol standar industri GSM," kata Onno.
Dengan BTS senilai Rp 10 juta, lanjut Onno, berkomunikasi di kampus bisa bebas untuk menggunakan telepon. Dan jika Anda ingin sekecamatan maka dapat dipenuhi oleh BTS pembelian alat senilai Rp 70 juta.
"Sehubungan dengan bebas, maka masalah akan timbul adalah perang dengan mereka yang merasa dirugikan," katanya sambil tertawa. Dan satu yang masih pertanyaan tentang penggunaan alat ini adalah pembelian harus luar negeri dan agak rumit dalam pengelolaan adat, ia menambahkan.
Untuk peraturan tersebut, menurut Onno, TI memungkinkan untuk menggunakan SEL TOWER saat itu adalah keinginan masyarakat daerah terpencil sehingga tidak mendapatkan layanan operator selular. Terbuka BASE STASION juga sangat penting ketika ada bencana alam, katanya.
"Saya benar-benar ingin menciptakan sebuah BTS di Papua karena masyarakat di sana umumnya memiliki HP tetapi tidak digunakan sebagai alat komunikasi karena tidak ada sinyal HP Mereka harus mendengar musik.," Kata Onno mengklaim hampir dipenjarakan sebagai dosen di ITB karena bangunan jaringan gratis di kampus dengan dugaan nyolong frekuensi telekomunikasi.

BTS, senilai Rp 10 juta bisa panggilan gratis dalam satu area kampus Sedangkan menurut Zulfikar Ahmed, Pengajaran TI di UGP, pihak kampus sengaja membawa Onno untuk memberikan pencerahan kepada siswa pada pengembangan TI Tanoh Gayo."Meskipun banyak dipelosok Barat Indonesia, kami berharap kualitas tubuh siswa sejalan dengan Mahasiswa lain di Indonesia," kata Zulfikar Ahmed.
Kehadiran pakar IT terkenal di Indonesia bahkan dunia, Zulfikar mengucapkan terima kasih ke Universitas, khususnya IR. Syukur Kobath, seorang sosialita dari Gayo, Yan Budianto dan semua siswa yang telah berpartisipasi aktif dalam Organisasi lokakarya yang berpartisifasi



sumber :http://www.lovegayo.com/pertama-di-indonesia-mahasiswa-gayo-dikenalkan-open-bts/?utm_source#visitAceh&utm_medium=Aceh
Load disqus comments

0 komentar